SEJARAH SINGKAT PONDOK PESANTREN DARUL ‘ULUM REJOSO PETERONGAN JOMBANG

SEJARAH SINGKAT PONDOK PESANTREN DARUL ‘ULUM

  1. LATAR BELAKANG

Pondok Pesantren Darul ‘Ulum didirikan sekitar tahun 1885 oleh KH. Tamim Irsyad. Pada mulanya Pondok Pesantren Darul ‘Ulum bernama Pondok Rejoso, baru pada tahun 1933 KH. Dahlan Cholil memberi nama “Darul ‘Ulum” (Rumah/ Gudang Ilmu).

  1. Visi dan Misi

Visi

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

Artinya : Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. Ali Imron: 18)

    Misi

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Artinya :  Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali Imron: 110)

  1. AZAZ, DASAR DAN TUJUAN
  2. Azaz

Azaz kelembagaan Darul ‘ulum sebagai wadah pendidikan kader bangsa, Negara, dan agama adalah pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

  1. Dasar

Dasar amaliyah Darul ‘Ulum sebagai lembaga sosialisasi nilai agama adalah AHLU SUNNAH WAL JAMA’AH. Dengan petunjuk konstruktif melalui empat Madzhab Maliki, Hanafi, Syafi’i, dan Hambali.

  1. Tujuan
  • Membentuk kader muslim yang sejati. Aktif dalam menjalankan ajaran Islam dan konsekuensi terhadap kesaksiannya.
  • Menempatkan ilmu pengetahuan sebagai penegak agama dan Negara. Seperti semboyan Pondok Pesantren Darul ‘Ulum:

وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ

Maksudnya : orang-orang yang mempunyai ilmu pengetahuan selalu bijaksana dalam sikapnya.

  • Membentuk manusia-manusia yang akrab dan selalu mencintai Allah SWT. Lewat kesadaran bahwa hanya petunjuk-Nya yang akan sanggup menciptakan kebaikan. Seperti sabda Rasulullah SAW:

مَنِ ازْدَادَ عِلمًا وَلَمْ يَزْدَدْ هُدىً لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللهِ إِلّا بُعْدًا

Artinya : barang siapa bertambah ilmunya dan tidak bertambah petunjuk Allah SWT, maka ia akan bertambah jauh dari-Nya. (HR. Ad Dailami).

  1. PERIODESASI
  2. Periode Klasik (1885-1937)

Pada periode awal ini perjalanan Pondok Pesantren Darul ‘Ulum dijalankan oleh KH. Tamim Irsyad dan KH. Cholil (menantunya).

  1. Tamim memberikan pengajian Al-Qur’an dan Ilmu Fiqih, sedangkan KH. Cholil memberikan pengajian Ilmu Tasawuf dalam membentuk pengalaman Thariqat Qodiriyah Qan Naqsabandiyah.
  • Mim Irsyad wafat pada tahun 1930
  • Cholil wafat pada tahun 1937
  1. Periode Pertengahan (1937-1958)

Pada periode ini pemimpin Pondok Pesantren Darul ‘Ulum dijalankan oleh KH. Romly Tamim(putra KH. Tamim Irsyad). KH. Dahlan Cholil (putra KH. Cholil), KH. Ma’shoem Cholil(putra KH. Cholil) dan KH. Umar Tamim (putra KH. Tamim Irsyad).

  1. Romly Tamim memegang kebijaksanaan umum Pondok Pesantren Darul ‘Ulum serta Ilmu Tasawuf dan Thariqat Qodiriyah Wan Naqsabandiyah, KH. Dahlan Cholil memegang kebijaksanaan khusus siasah (manajemen), pengajian Fiqih dan Al-Qur’an, sedang KH. Ma’shoem Cholil mengemban organisasi sekolah dan manajemennya. Sementara itu KH. Umar Tamim sebagai pembantu aktif di bidang Kethariqatan dan Ilmu Fiqih.
  • Dahlan Cholil wafat pada bulan Sya’ban (1958)
  • Romly Tamim pada bulan Ramadhan (1958)
  • Ma’shoem Cholil wafat pada tahun 1961

 

  1. Periode Baru Fase Pertama (1958-1985)

Pada periode ini pimpinan Pondok Pesantren Darul ‘Ulum dijalankan oleh KH. Bishri Cholil (putra KH. Cholil), dan DR. KH. Musta’in Romly (putra KH. Romly Tamim).

Pada periode ini dibantu oleh KH. Ahmad Badawi Cholil, KH. Sofyan Cholil, KH. Hasyim Umar, Drs. KH. Shonhadji Romly, KH. A. Rifa’I Romly, SH., KH. A. Hannan Ma’shoem, dan KH. Muh. As’ad Umar.

  • Bishri Cholil wafat pada tahun 1968
  • Umar Tamim wafat pada tahun 1971
  • Ahmad Badawi Cholil wafat pada tahun 1972
  • KH. Musta’in Romly wafat pada tahun 1985
  • Hasyim Umar wafat pada tahun 1987
  • KH. Shonhadji Romlu wafat pada tahun 1992
  • A. Rifa’I Romly, SH. Wafat pada tahun 1995
  • A. Hannan Ma’shoem wafat pada tahun 2001

 

  1. Periode Baru Fase Kedua (1985-1993)

Periode Baru kedua ini adalah kelanjutan dari kepemimpinan DR. KH. Muasta’in Romly. Setelah beliau wafat, tempuk kepemimpinan Pondok Pesantren Darul ‘Ulum dipegang oleh KH. Muh. As’ad Umar (wafat pada tahun 2010), beliau dibantu oleh:

  • Hasyim Umar wafat pada tahun 1987
  • KH. Shonhadji Romly wafat pada tahun 1992
  • A. Rifa’I Romly, SH. Wafat pada tahun 1995
  • A. Hannan Ma’shoem wafat pada tahun 2001
  • A. Dimyati Romly, SH.
  • KH. Cholil Dahlan
  1. MAJELIS PIMPINAN PONDOK PESANTREN DARUL ‘ULUM
  2. Biro Pimpinan Pondok Pesantren Darul ‘Ulum
  3. Biro Pengawas Pendidikan
  4. Biro Kepondokan
  5. Biro Alumni dan IKAPPDAR
  6. Biro Kesra
  7. Biro KAMTIB.
  8. SARANA BELAJAR.

Untuk memenuhi sarana kegiatan belajar, maka dibangunkanlah sekolah klasikal pertama pada tahun 1938 M. dengan nama Madrasah Ibtidaiyah. Kemudian pada tahun 1949 dibangun dengan nama Madrasah Muallimin (untuk siswa Putra) dan pada tahun 1954 dibangun lagi dengan nama Madrasah Muallimat (untuk siswa Putri). Kemudian berikutnya menyusul sekolah-sekolah yang lain:

  • UNDAR (1965)
  • SMA (1986)
  • SMEA (1988)
  • MAN (1889)
  • AKPER (1991)
  • STM (1992)

Secara Keseluruhan Sekolah Formal di Pondok Pesantren Darul ‘Ulum adalah: